Selasa, 23 April 2013

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Teori, Fungsi, Model dan Definisi


Pengertian Komunikasi

       Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Dalam definisinya secara khusus mengenai komunikasi itu sendiri menurut Hovland adalah “proses mengubah perilaku orang lain” (communication is the process to modify the behaviour of other individuals).

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

Beberapa definisi komunikasi : 
Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Theodore M. Newcomb :
“Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi,terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima”

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Carl I. Hovland :
“Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator)  menyampaikan rangsangan (biasanya lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan)”

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Everett M. Rogers :
“Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka”

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Harold Lasswell :
Who Says What In Which Channel to Whom With What Effect? Atau Siapa Mengatakan Apa Dengan Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Pengaruh Bagaimana?

Komunikasi terbagi dua yaitu verbal dan non verbal. Komunikasi verbal yaitu suatu proses komunikasi dengan menggunakan simbol atau lambang-lambang. Simbol-simbol yang digunakan selain sudah ada yang diterima menurut konvensi internasional seperti simbol lalu-lintas, alfabet latin, simbol matematika, juga .terdapat simbol-simbol lokal yang hanya bisa dimengerti oleh kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Sedangkan komunikasi non verbal adalah proses komunikasi dengan menggunakan kode non verbal. 
Kode non verbal biasa disebut bahasa isyarat atau bahasa diam (silent language), maupun bahasa tubuh (body language).
Unsur-unsur penting lainnya dalam komunikasi adalah dengan adanya : sumber, pesan, media, penerima, efek dan umpan balik.
1. Sumber
Adalah pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antar manusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam kelompok misalnya partai, organisasi atau lembaga. Sumber biasa disebut juga komunikator atau dalam bahasa Inggrisnya disebut source, sender atau decoder.

2. Pesan
Adalah sesuatu yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi.

3. Media.
Media yang dimaksud di sini adalah alat yang digunakan untuk   memindahkan pesan dari sumber kepada penerima.

4.  Penerima.
Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima bisa terdiri dari satu orang atau lebih. Penerima biasa disebut komunikan atau dalam bahasa Inggris disebut audience atau receiver.

5.    Efek
Efek atau pengaruh adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa tergantung dari pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang. (De Fleur, 1982)

6.    Umpan Balik.
Adalah suatu bentuk tanggapan balik dari penerima setelah memperoleh pesan yang diterima.
Dalam ilmu komunikasi juga dikenal beberapa macam tipe komunikasi. Joseph A. DeVito seorang professor komunikasi di City University of New York dalam bukunya Communicology membagi komunikasi atas empat macam yaitu : komunikasi intrapribadi, komunikasi antarpribadi, komunikasi publik dan komunikasi massa.

1.    Komunikasi Intrapribadi (Intrapersonal Communication)
Merupakan proses komunikasi yang terjadi dalam diri individu atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan diri sendiri.

2.    Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)
Merupakan proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka, seperti yang dinyatakan oleh Pace (1979) bahwa “Interpersonal communication is communication involving two or more people in a face to face setting”

3.    Komunikasi Publik (Public Communication)
Sesuai namanya, komunikasi publik menunjukkan suatu proses komunikasi di mana pesan-pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan khalayak yang lebih besar.

4.    Komunikasi Massa (Mass Communication)
Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai proses komunikasi yang berlangsung di mana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya massal melalui alat yang bersifat mekanis separti radio, televisi, surat kabar dan film.
Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli
        Seperti telah dijelaskan bahwa pihak yang mengirim pesan kepada khalayak disebut komunikator. Sebagai pelaku dalam proses komunikasi, komunikator memegang peranan yang sangat penting terutama dalam mengendalikan jalannya komunikasi. Untuk mencapai komunikasi yang efektif, seorang komunikator selain dituntut untuk mengenal dirinya terlebih dahulu, maka ia juga harus memiliki kepercayaan (credibility), daya tarik (attractiveness) dan kekuatan (power).
        Faktor lain yang menentukan berhasil tidaknya komunikasi adalah homophily, yakni adanya kesamaan yang dimiliki oleh seorang komunikator dengan khalayaknya misalkan dalam hal bahasa, pendidikan, agama, usia dan jenis kelamin.  Dalam berkomunikasi juga terdapat tujuan yang ingin dicapai, yaitu untuk menciptakan kesesuaian, kesamaan, dan pemahaman yang sama tentang informasi, ide, pemikiran dan sikap terhadap orang, pihak atau kelompok tertentu.

Untuk mencapai semuanya itu kita harus menempatkan setiap manusia dalam posisi sentral, menghormati dan menghargainya secara proposional.

Terimakasih sudah membaca Artikel Pengertian Komunikasi Teori Fungsi serta Modelnya

1.    Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah saluran untuk melakukan dan menerima pengaruh mekanisme perubahan, alat untuk mendorong mempertinggi motivasi dan juga perantara serta sarana dimana kemungkinan suatu organisasi mencapai tujuannya. Perilaku manusia adalah cermin yang paling sederhana, agar perilaku sesuai dengan tujuan organisasi., maka harus ada kesesuaian antara keinginan karyawan dengan keinginan perusahaan. Pimpinan perusahaan dalam melakukan selalu mengadakan komunikasi terhadap karyawan yang berwujud pemberian perintah atau intruksi, bimbingan, penerangan, laporan dan sebagainya. Adapun beberapa pendapat Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli tentang pengertian komunikasi antara lain :
  • Pendapat dari Soewarno Handaya Ningrat: (Soewarno Handaya Ningrat. Pengantar Ilmu Studi Dan Manajemen.CV Haji Masagung, Jakarta, 1980, hal 94)
    Komunikasi adalah proses interaksi atau hubungan saling pengertian satu sama lain antara sesame manusia. Proses interaksi atau hubungan satu sama lain yang dikehendaki oleh seorang dengan maksud agar dapat diterima dan dimengerti antara sesamanya.
  • Pendapat dari T. Hani Handoko: (T. Hani Handoko, Manajemen, BPFE Yogyakarta, 1986, hal 272)
    Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedarkata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapijuga ekspresi wajah, intonasi, titik putus tidak hanya memerlukan transmisi data, tetapi bahwa tergantug pada ketrampilan- ketramilan tertentu untuk membuat sukses pertukaran informasi.
  • Pendapat dari Sukanto Reksodiprojo (Sukanto Reksohadiprojo. Organisasi perusahaan, Edisi 11, BPFE, Yogyakarta, 1986,hal 176)
    Komunikasi adalah usah mendorong orang lain untuk menginterprestasikan pendapat seerti apa yang dikehendaki oleh orang yang mempunyai pendapat tersebut  serta diharapkan diperoleh titik kesamaan untuk pengertian.
Dari pendapat-pendapat tersebut diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi adalah proses interaksi atau hubungan saling pengertian satu sama lain antara sesama manusia baik langsung maupun tidak langsung.

2.    Jenis Komunikasi
       Untuk mengetahui komunikasi antara pimpinan perusahaan dengan karyawan komunikasi dibedakan menjadi tiga menurut jenisnya: (Soejono Trimo, Analisis Kepemimpinan Angkasa Bandung. 1986)
a.    Downward Communication
       Koordinasi melalui rencana yang telah dibuat (by plan) yang dapat dikatakan koordinasi itu mencapai bentuk komunikasi yang akhirnya berjalan kebawah. Komunikasi ini bersifat satu arah dari pemimpin kepada bawahanya. Informasi yang disampaikan meliputi antara lain, kebijaksanaan pemimpin, peraturan, ketentuan yang harus diikuti oleh pekerja. jadwal kegiatan atau program dan alokasi sumber-sumber.
       Makin jelas atau pasti suatu kegiatan atau pekerjaan  makin kurang bimbingan atau pemrosesaninformasi yang diperlukan, sehingga pemimpin cukup mengkoordinasikan  pekerjaan bawahan melalui rencanakerja yang telah disiapkan.
b.    Upward Communication
Koordinasi melalui umpan balik (feed back), berarti komunikasi teratur keatas, dari bawahan kepimpinan terutama dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis, pemimpin atau manajer sangat memerlukan input informasi yang berupa laporan, saran dari bawahan untuk dapat mengkoordinasikan seluruh kegiatan itu.
Adapun karakteristik umpan balik yang efektif antara lain:
a)    Intensi
Umpan balik yang efektif jika diarahkan secara langsung untuk menyempurnakan pelaksanaan pekerjaan dan lebih menjadikan pegawai sebagai harta milik organisai yang paling berharga, umpan balik semacam ini tidak bersifat hal-hal yang bersifat pribadi dan eharusnya tidak berkompromi dengan perasaan-perasaan pribadi, harga diri dan cita-cita pribadi. Umpan balik yang positif hanyalah mengurusi atau hanya diarahkan pada aspek-aspek pekerjaan pegawai.

b)    Kekhususan
Umpan balik yang efektif dirancang untuk membekali penerima dengan informasi yang khusus sehingga mereka apa yang harusnya dikerjakan untuk suatu situsi yang benar.

c)    Deskriptif
Efektifitas umpan balik dapat pula dilakukan dengan lebih bersifat dekriptif dengan memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan.

d)    Kemanfaatan
Umpan balik ini hendaknya mengandung informasi yang dapat dipergunakan oleh pegawai atau pejabat untuk memperbaiki dan menyempurnakan pekerjaanya

e)    Tepat Waktu
Umpan balik yang efektif terdapat pertimbangan-pertimbangan yang memperhitungkan factor-faktor yang tepat

f)    Kesiapan
Agar supaya umpan balik bisa efektif para pegawai hendaknya mempunyai kesiapan untuk menerima umpan balik tersebut.

g)    Kejelasan
Umpan balik bisa efektif jikalau dapat dimengerti secara jelas oleh penerima.

h)    Validitas
Agar supaya umpan balik dapat efektif maka umpan balik tersebut hendaknya dapat dipercaya dan syah.

c.    Komunikasi Horizontal atau Diagonal
Koordinasi melalui interaksi lateral sebenarnya merupakan satu alur komunikasi atau informasi yang sifatnya horizontal atau diagonal antar departemen/unit-unit dalam organisasi.

Informasi dipakai pemimpin  bilamana karakteristik tugas atau pekerjaan itu mengandung derajat ketidak pastian yang tinggi.
Dalam kondisi tugas atau pekerjaan semacam ini pemimpin atau bawahan amat membutuhkan pemrosesan informasi yang tinggi berkaitan enggan tugas atau pekerjaan yang dilaksanakan, masukan-masukan tidak hanya dari kelompok atau unit kerjanya sendiri, akan tetapi memerlukan pula informasi dari unit-unit kerja lain dalam organisasi itu.

3.    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi
Untuk mencapai komunikasi yang efektif perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi. Adapun faktor-faktornya adalah sebagai berikut: (Onong Ichjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan praktek, CV. Remaja Karya, Bandung. 1985)
  • Komunikasi Harus Tepat Waktu dan Tepat Sasaran
    Ketepatan waktu dalam menyampaikan komunikasi harus betul-betul diperhatikan, sebab apabila penyampaian komunikasi tersebut terlambat maka kemungkinan apa yang disampaikan tersebut tidak ada manfaatnya lagi.
  • Komunikasi Harus Lengkap
    Selain komunikasi yang disampaikan harus mudah dimengerti oleh penerima komunikasi, maka komunikasi tersebut harus lengkap sehingga tidak menimbulkan keraguan bagi penerima komunikasi. Hal itu perlu ditekankan, sebab meskipun komunikasi mudah dimengerti tetapi apabila komunikasi tersebut kurang lengkap, maka hal itu menimbulkan keraguan bagi penerima komunikasi, sehingga pelaksanaan tidak sesuai denganapa yang diinginkan.
  • Komunikasi Perlu Memperhatikan Situasi dan Kondisi
    Dalam menyampaikan suatu komunikasi, apalagi bilamana komunikasi yang harus disampaikan tersebut merupakan hal-hal yang penting yang perlu pengertian secara mendalam, maka faktor situasi dan kondisi yang tepat perlu diperhatikan. Apabila solusi dan kondisi dirasakan kurang tepat , bilamana komunikasi yang akan disampaikan tersebut dapat ditunda maka sebaiknya penyampaian komunikasi tersebut ditangguhkan.
  •  Komunikasi Perlu Menghindarkan Kata-kata Yang Tidak Enak
    Agar komunikasi yang disampaikan mudah dimengerti dan diindahkan maka perlu dihindarkan kata-kata yang kurang baik. Dengan kata-kata yang kurang enak ini dimaksudkan adalah kata-kata yang dapat menyinggung perasaan penerima informasi, meskipun dalam kamus hal itu tidak salah dn cukup jelas.
  • Adanya Persuasi Dalam Komunikasi
    Seringkali manajer harus merubah sikap, tingkah laku dan perbuatan dari orang-orangnya sesuai dengan yang diinginkan, untuk itu dalam pelaksanaan komunikasi harus disertai dengan persuasi.
4.    Hambatan Komunikasi 
       Kegagalan dalam berkomunikasi sering terjadi karena banyak hambatan-hambatan. Salah satu hambatan yang ditimbulkan dari unsur manusia yang terlibat didalamnya ialah karena persepsi yang berbeda. Dimanadalam persepsi ada kecenderungan menghambat informasi baru, terutama jika informasi iti bertentangan dengan apa yang diyakini. Persepsepsi pada hakekatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang didalam memakai informasi tentang lingkungannya, lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman.

5.    Manfaat Komunikasi
Dalam komunikasi sangat dimungkinkan adanya hambatan . salah satu hambatan yang ditimbulkan dari unsur manusia yang terlibat didalamnya karena persepsi yang berbeda.

Tetapi apabila dapat menghilangkan hambatan atau setidaknya dapat memperkecil hambatan tersebut, maka kemungkinan komunikasi yang dilaksanakan akan menjadi lebih baik. apabila mampu melaksanakan komunikasi dengan baik, maka akan dapat mengambil manfaatnya.manfaat komunikasi adalah sebagai berikut:
  • Kelancaran tugas-tugas lebih terjamin
  • Biaya biaya dapat ditekan 
  • Dapat meningkatkan partisipasi
  • Pengawasan dapat dilakukan dengan baik


Daftar Pustaka

Soewarno Handaya Ningrat. Pengantar Ilmu Studi Dan Manajemen.CV Haji Masagung, Jakarta, 1980, hal 94

T. Hani Handoko, Manajemen, BPFE Yogyakarta, 1986, hal 272

Sukanto Reksohadiprojo. Organisasi perusahaan, Edisi 11, BPFE, Yogyakarta, 1986,hal 176

Soejono Trimo, Analisis Kepemimpinan Angkasa Bandung. 1986

Onong Ichjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan praktek, CV. Remaja Karya, Bandung. 1985

Jumat, 30 Maret 2012

Contoh Kerangka Laporan Tugas akhir, (Project Work)


Dalam pelaksanaan penyusunan laporan tugas akhir, sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional. maka penyusunan "project work" ini harus memiliki kerangka penyusunan. agar tercipta suatu karya tulis yang dapat dijadikan referensi yang akurat.

susunan kerangka laporan tugas akhir versi SMK Budi Luhur, Rimbo Ilir.


HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
MOTTO
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Perumusan Masalah
1.3 Batasan Masalah
1.4 Tujuan

BAB II PENGENALAN
2.1 Dasar Teori
2.2 Teori Komponen

BAB III PEMBAHASAN
3.1 Pembahasan Komponen
3.2 Diagnosa Masalah
3.3 Bahan dan Alat
3.4 Penanganan Masalah
3.5 Anggaran

BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA


salam BISA, buat semua siswa/i SMK di Indonesia. semoga tulisan diatas dapat dijadikan referensi yang bermanfaat dalam pembuatan laporan tugas akhir.

^_^

Rabu, 21 Maret 2012

Sejarah CorelDRAW

 Corel Draw

CorelDRAW adalah software pembuat grafik vector yang mana dikembangkan dan dipasarkan oleh Corel Corporation di Ottawa, Kanada. Versi terakhir dari CorelDRAW adalah versi X5 atau versi 15 yang diluncurkan di bulan februari 2010.
Sejarah CorelDRAW pertama kali dibuat pada tahun 1987, Corel Corporation mempekerjakan teknisi software Michel Bouillon dan Pat Beirne untuk mengembangkan program ilustrasi dasar vector untuk disatukan dengan sistem desktop publishing mereka. Mulanya program CorelDRAW dirilis pada tahun 1989, CorelDRAW 1.x dan 2.x berjalan pada Windows. CorelDRAW 3.0 rilis bersamaan dengan microsoft windows 3.1. Fakta yang terdapat dalam true type pada windows 3.1 merubah CorelDRAW benar-benar menjadi sebuah program ilustrasi yang dapat menggunakan Sitem instalasi lainnya tanpa rekomendasi aplikasi pihak ketiga seperti Adobe Type Manager.
Keunggulan dari setiap versi :
  • Ver.2 (1991) : Envelope Tool (Untuk memecah teks atau objek menggunakan shape utama), Extrusion (untuk mensimulasi gambar dan volume dalam objek) dan Perspective (Untuk memecah objek sepanjang X dan Y)
  • Ver.3 (1992) : Terdapat Corel PHOTO PAINT* (untuk mengedit bitmap), CorelSHOW (Untuk membuat on-screen presentasion), CorelCHART (untuk Grahpic chart), Mosaic dan CorelTRACE (untuk vectorizing bitmaps).
  • Ver. 4 (1993) : Termasuk Corel PHOTO-PAINT* (untuk mengedit bitmap),CorelSHOW (untuk membuat on-screen presentasion), CorelCHART, CorelMOVE, Mosaic dan corelTRACE.
  • Ver. 5 (1994) : Ini adalah versi terakhir yang dibuat dan berjalan pada windows 3.x. Termasuk Corel Ventura yang ada didalamnya (lalu dijual terpisah) ini adalah desktop publishing yang mirip dengan PageMaker, Quark Express, atau InDesign.
  • Ver.6 (1995) : Ini adalah versi pertama yang mana dibuat se-ekslusif mungkin untuk windows 32-bit. Termasuk Corel Memo, Corel Presents, Corel Motion 3D, Corel Depth, Corel Multimedia Manager, Corel Font Master dan Corel DREAM (untuk membuat objek 3D) ada didalamnya. Fitur-fitur baru telah disesuaikan dengan Interface, Polygon, Spiral, Knife dan Eraser tools.
  • Ver.7(1997) : Properti bar yang sensitif (Context-sensitive Property bar), Print Preview dengan Zoom dan Pan, Scrapbook (untuk melihat, menggeser dan menempatkan objek), mencetak ke dalam HTML, Draft dan Enhanced display, Interactive Fill dan Blend tools, Transparency tools, Natural Pen tool, mencari & mengganti wizard, merubah Vector menjadi Bitmap (ketika dalam CorelDRAW), pengecek ejaan (Spell checker), Kamus (Thesaurus) dan pengecek susunan bahasa (Grammar checker). Corel Scan and Corel Barista (dokumen pertukaran format berbasis java ) juga termasuk dalam versi ini.
  • Ver.8(1998) : Digger selection, dudukan windows (Docker windows), memecah teks atau objek (Interactive Distortion), 3D, Envelope and tools, efek pemberi bayangan yang realistis (Realistic Dropshadow tool), pencamupran warna (interactive color mixing), penyusun tempat-tempat warna (color palette editor), garis bantu sebagai objek (guidelines as objects), merubah ukuran halaman (custom-sized pages), duotone support. Corel Versions juga termasuk didalamnya.
  • Ver.9(1999) : Mesh fill tool untuk pencampuran warna yang lebih kompleks, Artistic Media tool, mencetak kedalam PDF, menyatukan profile warna ICC (embedded ICC color profiles,) Multiple On-screen Color Palettes dan Microsoft Visual Basic untuk mendukung aplikasi 6. Canto Cumulus LE, bagian dari software untuk pengaturan media juga termasuk dalam versi ini.
  • Ver.10(2000) : CorelR.A.V.E. (untuk animasi vector), Perfect Shapes, Web graphics tools (untuk membuat element-elemen yang interaktif seperti tombol), penyortir halaman (Page sorter), dokumen multibahasa (multilingual document support), petunjuk window (navigator window). buka, simpan, import dan eksport dalam format SVG.
  • Ver.11(2002) : Kumpulan simbol-simbol (Symbols library) yang langsung dapat diambil, memotong gambar (untuk mendesain web), pressure-sensitive vector brushes, 3 titik alat menggambar (3-point drawing tools).
  • Ver.12(2003) : Panduan yang dinamis (Dynamic guides), alat menggambar pintar (Smart Drawing tools), mengekspor kedalam MS Office atau Word, bagian alat penghapus virtual (Virtual Segment Delete tool), mendukung teks yang unicode (Unicode text support). Unicode adalah Sistem yang memiliki kemampuan untuk menuliskan, memproses, dan menampilkan berbagai aktifitas dari tulisan itu sendiri. Teknologi ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah penulisan dengan bahasa yang ditulis bukan menggunakan tulisan yunani.
  • Ver.13(2006) : memotong dengan mengklik 2 kali (software vector pertama yang mampu untuk memotong sebuah grup vector dan bitmap dalam waktu yang sama), Smart fill tool, Chamfer/Fillet/Scallop/Emboss tool, ruang pengaturan gambar (Image Adjustment Lab). Menjiplak/Trace menjadi terintegrasi didalam CorelDRAW dibawah kendali PowerTRACE.
  • Ver.14(2008) : Layanan pengidentifikasi huruf (font) terkait didalam CorelDRAW, ConceptShare, Table tool, independent page layers, live text formatting, mendukung file kamera *.RAW.
  • Ver.15(2010) : pengaturan isi (CorelCONNECT), pengelolaan warna, alat-alat grafis dan animasi, pengembangan kinerja multi-core, konten digital bernilai tinggi (profesional huruf/fonts, clip arts, dan foto-foto), mengisyaratkan objek (object hinting), pixel view, Mesh tool ditingkatkan dengan transparansi, menambahkan dukungan sentuh (added touch support), dan mendukung berbagai format file. Corel  telah mengembangkan transformasi, yang mana dapat membuat banyak salinan dari satu objek.
Iya Vingah tau lw semua pasti ngerasa ada yang aneh ngebaca keunggulan versi-versi tersebut, ya maklum aja Vingah translate langsung dari wikipedia tapi gak langsung ambil dari google translate_bisa kacau kalo dia yang translate!_ tadinya mau ngambil dari web orang cuma masih ada yang berantakan + gak lengkap penjelasan keunggualan versinya…So be myself aja lah, walaupun agak berantakan jelasinnya, Vingah juga rada bingung @_@ tapi yang udah lama make CorelDRAW, pasti tau.

dibawah ini ada tabel CorelDRAW 1-15, have take a look at it!


corel
yang ada tanda crossnya (Corel 10-14) bisa buka file dari versi 3 dan seterusnya, tapi beberapa fitur mungkin gak support.
yang crossnya dobel_format file CorelDraw 10-14_dapat menulis mungkin tidak lengkap dalam tabel ini. maksud?@_@ :bingung*

hahahahaaa… :D

Semoga bermanfaat... :)

sumber http://en.wikipedia.org/wiki/CorelDRAW
  

* Mengenal fungsi-fungsi ToolBox pada CorelDraw

              CorelDraw adalah salah satu software paling popular yang digunakan dalam dunia digital. Untuk dapat menguasai coreldraw sebelumnya kita harus mempelajari dasar-dasarnya terlebih dahulu. Kita mulai dari pengenal tools dalam coreldraw. Semua ikon tools dalam biasanya terpampang dalam satu jajaran. Setiap ikon tentunya memiliki fungsi masing-masing.
              Setelah kita membuka program coreldraw dan masuk pada halaman kerja, maka disebelah kiri kamu akan melihat jajaran ikon tombol. Jajaran ikon itu disebut ToolBox. Untuk membuat atau mengedit suatu objek maka kita harus menguasai fungsi-fungsi ikon yang ada sehingga mempermudah dan mempercepat pekerjaan kita dalam membuat objek tersebut.
Berikut daftar tools dalam coreldraw :
    Fungsi Toolbox dalam CorelDraw
  1. Pick Tool
  2. Shape Tool
  3. Crop Tool
  4. Zoom Tool
  5. Freehand Tool
  6. Smart Fill Tool
  7. Rectangel Tool
  8. Elipse Tool
  9. Polygon Tool
  10. Basic Shapes Tool
  11. Text Tool
  12. Table Tool
  13. Paralel Dimension Tool
  14. Straight Line Connector Tool
  15. Blend Tool
  16. Color Eyedropper Tool
  17. Outline Pen
  18. Fill Tool
  19. Interactive Fill Tool

Selasa, 14 Februari 2012

Peranan Pers dalam Kehidupan Masyarakat Demokratis



ü  Konsep Pers di Berbagai Rezim
ü  Kehidupan pers di Beberapa Negara
ü  Fungsi Pers dalam Masyarakat yang Demokrasi
ü  Kode Etik Jurnalistik dan Pers yang Bebas dan Bertanggung jawab

Konsep Pers di Berbagai Rezim
§  Pengertian Pers
§  Pengekangan Pers dan Kemerdekaan Pers

Pengertian Pers
•       Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia
•       Ensiklopedi Pers Indonesia
•       Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers
•       Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers
•       Dalam Leksikon Komunikasi

Kamus Umum Bahasa Indonesia
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, kata Pers berarti:
1)      alat cetak untuk mencetak buku atau surat kabar;
2)      alat untuk menjepit, memadatkan;
3)      surat kabar dan majalah yang berisi berita;
4)      orang yang bekerja di bidang persuratkabaran

Ensiklopedi Pers Indonesia
Ensiklopedi Pers Indonesia menyebut bahwa istilah pers merupakan sebutan bagi penerbit/ perusahaan/ kalangan yang berkaitan dengan media massa atau wartawan. Sebutan ini bermula dari cara bekerjanya media cetak yang awalnya  menekankan huruf-huruf diatas kertas yang akan dicetak (press). Dengan demikian segala barang yang dikerjakan.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menyebutkan bahwa yang maksud pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan meyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

Leksikon Komunikasi
Dalam Leksikon Komunikasi disebutkan bahwa pers berarti:
1)      usaha pencetakan dan penerbitan,
2)      usaha pengumpulan dan penyiaran berita,
3)      penyiaran berita melalui surat kabar, majalah, radio, dan televisi.
Sedangkan istilah press berasal dari bahasa Inggris to press artinya menekan, selanjutnya press atau pers diartikan sebagai surat kabar dan majalah (dalam arti sempit), dan pers dalam arti luas yang menyangkut media massa ( surat kabar, radio, televisi, dan film).

Pengekangan Pers dan Kemerdekaan Pers
•       Pers di bawah rezim Otoriter
•       Pers Libertarium
•       Pers Tanggung Jawab Sosial
•       Pers Rezim Komunis

Pers di bawah rezim Otoriter
Menurut Mc Quail, di dalam konsep otoritarium pengendalian pers dilakukan denga prinsip-prinsip berikut:
o   Media massa selamanya (akhirnya) harus tunduk kepada penguasa.
o   Penyensoran dapat dibenarkan.
o   Kecaman terhadap penguasa atau terhadap penyimpangan dari kebijakan resmi tidak dapat diterima.
o   Wartawan tidak mempunyai kebebasan organisasinya

Pers Libertarium
o   Kons Libertarium merupakan reaksi terhadap pers otoritarian dan sekaligus menepjungkirbalikkannya. Jika konsep otoritarian menekankan negara sebagai ekspresi tertinggi dari organisasi kelompok kebalikannya.
o   Krisna Harahap menjelaskan bahwa menurut konsep libertarian, pers mempunyai tugas sebagai berikut:
−     Melayani kebutuan kehidupan ekonomi (iklan).
−     Melayani kebutuhan kehidupan politik.
−     Mencari keuntungan (demi kelangsungan hidupnya).
−     Menjaga hak warga negara.
−     Memberi hiburan.

Pers Tanggung Jawab Sosial
·         Pada awal abad ke-20, lahir teori pers tanggung jawab sosial (social responsibility) sebagai protes teori libertarian yang mengajarkan kebebasan mutlak, yang dianggap telah menimbulkan kemorosotan moral masyarakat.
·         Menurut Krisna Harahap, prinsip utama teori tanggung jawab sosial ditandai dengan hal-hal berikut:
1.       Media mempunyai kewajiban tertentu kepada masyarakat.
2.       Kewajiban tersebut dipenuhi dengan menetapkan standar yang tinggi atau profesional tentang keinformasian, kebenaran objektivitas, keseimbangan, dan sebagainya.
3.       Dalam menerima dan menerapkan kewajiban tersebut, media seyogyanya dapat mengatur diri sendiri dalam kerangka hukum dan lembaga yang ada.
4.       Mengenai kebebasan pers, Komisi Kemerdekaan pers menyatakan bahwa kemerdekaan pers itu harus diberi arti sebagai berikut:
5.       Bahwa kebebasan tersebut tidaklah berarti bebas untuk melanggar kepentingan-kepentingan individu yang lain.
6.       Bahwa kebebasan harus memperhatikan segi-segi keamanan negara.
7.       Bahwa pelanggaran terhadap kemerdekaan pers membawa konsekunsin/ tanggung jawab terhadap ukuran yang berlaku.

Pers Rezim Komunis
o   Pers rezim komunis berfungsi sebagai alat untuk melakukan indoktrinasi massa. F. Rachmadi menyatakan bahwa dalam hubungannya dengan fungsi dan peranan pers komunis sebagai alat pemerintahan dan partai, pers harus menjadi suatu collective propagandist, collective agitation, dan collectiveorganizer (organ yang menyuarakan propaganda, hasutan dan mengorganisasikan kelompok).
o   Adapun ciri-ciri yang menonjol dalam pers komunis adalah, sebagai berikut:
−     Media berada di bawah pengendalian kelas pekerja, karenanya melayani kepentingan kelas tersebut.
−     Media tidak dimiliki secara pribadi.
−     Masyarakat berhak melakukan sensor dan tindakan hukum lainnya untuk mencegah atau menghukum setelah terjadinya peristiwa, publikasi yang bersifat anti masyarakat.

Kehidupan pers di Beberapa Negara
§  Pers di Negara-Negara Barat
§  Pers di Negara-Negara Komunis
§  Pers  di Negara-Negara Berkembang
Pers Di Negara-Negara Barat
Kebebasan pers tersebut terbukti memberi sumbangan positif bagi praktik demokrasi dan kontrol yang efektif terhadap pengelolaan negara. Sebagai contoh dapat dikemukakan salah satu kasus yang menghebohkan dunia pers AS, yaitu Watergate. Kasus ini bermula dari tertangkapnya lima orang yang memasuki kantor Partai Demokrat di kompleks Watergate, Washington DC dengan tanpa izin pada 17 Juni 1972.

Pers di Negara-Negara Komunis
•       Secara ringkas fungsi pers di Uni Soviet, seperti yang ditulis oleh F. Rachmadi, adalah sebagai berikut:
o   Pers sebagai alat propoganda, agitator, dan organisator kolektif.
•       Pers merupakan tempat pendidikan kader-kader komunis di kalangan massa.
•       Pers bertugas sebagai lembaga yang memobilisasi dan mendorong massa untuk terlihat dalam pembangunan ekonomi.
•       Pers menerapkan dan menyiarkan semua dekrit, keputusan, instruksi yang dikeluarkan oleh Komite Sentral Partai maupun oleh Pemerintah Uni Soviet serta bahan publikasi lain dan pemerintah.
•       Pers berfungsi sebagai alat untuk melakukan kontrol dan kritik.
 
Pers  di Negara-Negara Berkembang
•       Secara umum, ciri-ciri kehidupan pers di negara-negara berkembang adalah sebagai berikut:
o   Sistem persnya cenderung mengikuti sistem pers negara bekas penjajahnya.
o   Pers di negara berkembang sampai saat ini berad dalam bentuk transisi. Ia masih  berusaha  mencari bentuk yang tepat atau mencari identitas. Karena masih dalam taraf  transisi, maka pers negara berkembang biasanya kurang stabil.
o   Negara berkembang umunya edang membangun. Hal ini menyebabkan pers  dituntut untuk bisa berperan sebagai agent of social change di mana pers bersama-sama pemerintah mempunyai tanggung jawab atas keberhasilan pembangunan.
 
Fungsi Pers dalam Masyarakat yang Demokrasi 
§  Kusman Hidayat dalam tulisannya berjudul “Dasar-Dasar Jurnalistik/Pers” menyatakan bahwa Pers mempunyai 4 (empat) fungsi sebagai berikut: 
•       Fungsi pendidik, yaitu melalui karya-karya tercetaknya dengan segala isi, baik langsung ataupun tidak langsung dengan sifat keterbukaannya, membantu masyarakat meningkatkan budayanya. Segala peristiwa yang dimuat pers, masyarakat bisa  menilai sendiri  hal ikhwal sebagai teladan bagi kehidupannya. Melalui rubrik-rubrik khusus, seperti ruang kebudayaan atau ruang ilmu pengetahuan, pers dapat menambah pengetahuan masyarakat. 
•       Fungsi penghubung, dengan ciri universalitasnya, pers merupakan sarana lalu-lintas hubungan antar manusia. Melalui pers akan tumbuh saling pengertian, atau dapat digunakan oleh lembaga-lembaga kemasyarakatan untuk menumbuhkan kontak antar manusia agar tercipta saling pengertian dan saling tukar pandangan bagi perkembangan dan kemajuan hidup manusia. 
•       Fungsi pembentuk pendapat umum; rublik-rublik dan kolom-kolom tertentu seperti tajuk rencana, pikiran pembaca, pojok, dan lain-lain merupakan suatu ruang untuk memberikan pandangan atau pikiran kepada khalayak pembaca.
•       Fungsi kontrol; dengan fungsi ini pers berusaha melakukan bimbingan dan pengawasan kepada masyarakat tentang tingkah laku yang benar atau tingkah laku yang tidak dikehendaki oleh khalayak. 
Kode Etik Jurnalistik dan Pers yang Bebas dan Bertanggung Jawab
§  Undang-Undang Pers Indonesia
§  Sistem Pers Indonesia
§  Kode Etik Jurnalistik dan Tanggung jawab Profesi kewartawanan

Undang-Undang Pers Indonesia
Peraturan perundangan terbaru tentang pers, yaitu undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 telah diundangkan pada tanggal 23 September 1999, dan dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 166.

Sistem Pers Indonesia
Sistem pers merupakan subsistem dari sistem komunikasi, sedangkan  sistem komunikasi itu sendiri merupakan bagian dari sistem kemasyarakatan (sistem sosial). Sistem Komunikasi adalah sebuah pola tetap tentang hubungan manusia yang berkaitan dengan proses  pertukaran lambang-lambang yang berarti untuk mencapai saling pengertian dan saling  mempengaruhi  dalam rangka mewujudkan suatu masyarakat yang harmonis.

Ciri khas sistem pers adalah, sebagai berikut:
•       Integrasi (Integration);
•       Keteraturan (regularity);
•       Keutuhan (Wholeness);
•       Organisasi (organization);
•       Koherensi (coherence);
•       Keterhubungan (connectedness); dan
•       Kesalingtergantungan (interdependence) dari bagian-bagiannya.

Kode Etik Jurnalistik dan Tanggung jawab Profesi kewartawanan
Media massa pers berperan membina dan mengembangkan pendapat umum (opini publik), menumbuhkan dan menyalurkan aspirasi masyarakat secara posiitif dan konstruktif, serta mengembangkan komunikasi timbal balik antara kekuatan sosial masyarakat. Lebih jauh lagi media massa pers ikut pula berperan dalam menumbuhkan dan mengembangkan kehidupan sistem politik demokratis.
•    Maka dalam menjalankan peranannya, pers sebagai salah satu modal bangsa menggunakan aturan main (rules of the game) pers nasional, sebagai berikut:
o   Landasan Idiil : Falsafah Pancasila (Pembukaan UUD 1945).
o   Landasan Konstitusi : Undang-Undang Dasar 1945.
o   Landasan Yuridis : Undang-Undang Pokok Pers.
o   Landasan Profesional : Kode Etik Jurnalistik
o   Landasan Etis : Tata nilai yang berlaku dalam masyarakat.

 
-->

ma'af sebelumnya y,,, kalau informasinya kurang lengkap.  :)
Semoga Bermanfaat.